eRepublikNews - eRepublik International News

Latest News

Hari ke 91 - Sore

Ada hacker? Kelaparan di negara barat? Swedia vs Pakistan vs Norway? Juga sedikit wawancara dengan warga pakistan mengenai NAP yang baru saja di tanda tangani. Gossip - President iran Hacker?

Diberitakan salah satu warga dari Iran yang bernama Yahya melaporkan presidennya sendiri yang katanya adalah hacker, karena memiliki puluhan bahkan ratusan account multi di berbagai negara, bahkan dia mengatakan jika president iran memiliki 90 accounts di dalam partainya.
Pihak admin meminta kepada yahya untuk menginformasikan sejauh setiap account yang di miliki oleh president berikut negaranya. Hal ini membuat Yahya marah dan terjadi argumentasi yang cukup panas.
Belum jelas apakah ini hasil kreasi dari orang Iran sendiri untuk mengangkat traffic ke negara mereka, atau apakah benar bahwa admin dari erepublik sebodoh itu (tidak bisa mengetahui account multi).

Kelaparan di Denmark
Aghast berlari-lari mencari-cari toko yang menjual makanan di jalanan kota negara Denmark. Ya benar Denmark mengalami kekurangan makanan, tidak ada toko yang menjual makanan di sana. Dengan populasi hanya 30 orang, dan kekurang solidan komunikasi, sepertinya sulit bagi mereka untuk bisa keluar dari krisi ini dalam waktu cepat.
Beberapa mencoba untuk pindah ke luar negeri.. Sayangnya keimigrasian pun tidak beroperasional dengan semestinya karena moving ticket pun sangat susah di jumpai.

Pakistan di pandang sebelah mata oleh Swedia?
Sangat sulit bagi redaksi untuk mengintip percakapan dari Swedia, sebuah negara besar di erepublik. Beruntung kami bisa mengintip secuil informasi dari negara tersebut.
Ternyata, opini mereka terhadap pakistan sangat negatif, terbukti dengan keinginan mereka untuk bisa sesegera mungkin menghantam pakistan bila memungkinkan. Di karenakan faktor geography yang sangat jauh, mereka akhirnya meminggirkan asumsi mereka untuk menyerang Pakistan.
Dari percakapan di antara mereka, ternyata mereka telah benar-benar konsolidasi untuk adanya peperangan nanti, mereka menyadari bahwa merekalah ancaman paling besar, dan mereka sekarang berusaha menggalang NAP di antara negara-negara tetangga. Inactive juga benar-benar di filter oleh mereka, sehingga mereka berharapan akan mendapatkan jumlah citizen yang benar-benar aktif bukan hanya sekedar angka saja. Sudah siapkah EI?

Reaksi Rakyat Pakistan Terhadap NAP
Ternyata, rakyat pakistan telah mengetahui adanya ancaman dari barat, dan mereka menyambut baik adanya NAP ini, mereka merayakannya dengan sepenuh hati, ketika DDB(Dunia Dalam Berita Red.) berjalan-jalan di kota pasir, DDB berkesempatan untuk berbicara sedikit dengan seorang muda yang meluap-luap semangatnya, namanya Sephiroth, berikut petikan wawancaranya:
DDB:Apakah anda mengetahui adanya NAP ini?
Seph: Ya, hal ini sudah ramai di beritakan oleh media-media lokal, Media saya adalah Game***(blah2x promosi)
DDB:Apa pendapat anda mengenai ini?
Seph: SAngat indah! Keren banget!
DDB: Bagaimana rakyat Pakistan bereaksi atas ini?
Seph: Merayakannya di jalan-jalan berpasir!
DDB: Apa yang anda harapkan dari NAP ini?
Seph: Perdamaian antara kekuatan di selatan dan Asia Tenggara ketika babi eropa yang menjijikan saling berkelahi antara sesamanya.
DDB: Bagaimana dengan masa depan Pakistan, apakah baik?
Seph: Saat ini sangat baik, kita memiliki pemerintahan yang solid, militer yang paling kuat dan ekonomi yang stabil. MAsa depan akan lebih baik lagi.
DDB: Bagaimana anda menggambarkan raja anda? apakah anda menyukainya? Bagaimana dengan rakyat yang lain?
Seph: Dia adalah Tuhan dan Raja, kami mencintainya lebih dari apa pun, lebih dari pasir kami sendiri
DDB: Bagaimana pendapat anda dengan Indonesia dan rakyatnya?
Seph: Tidak ada yang menjijikan dan hal-hal yang nyebelin di antar mereka.
DDB: Jika ada kesempatan, apakah anda bersedia mengunjungi Indonesia?
Seph: Indonesia adalah negara alami yang indah. Saya ingin sekali melihat binatang-binatang di sana karena saya tahu tentang mereka dari buku-pasir kami.

mohon maaf, percakapan tidak dapat di lanjutkan berhubung hiruk pikuknya jalanan di Peshawar merayakan NAP ini.

Ancaman dari President Norway kepada Swedia
Dengan suhu perang dingin yang makin memanas, terbetik berita jika president Norwegia mengancam akan menyerang Swedia. Mendengar berita miring ini, Kim (President Norway) memberikan klarifikasi bahwa berita itu bohong.
Kedua belah pihak menyangka bahwa telah ada tindakan spionase dari pihak lain yang menginginkan ketidak stabilan negara.
Swedia sepertinya telah mempersiapkan semuanya, departemen komunikasi bahkan memanage langsung chanel IRC untuk berkomunikasi dan sekaligus memberikan update dan support kepada mereka yang memiliki masalah dalam mengaccess ruangan mereka.
Apakah komunikasi dari EI seefektif mereka?

========================
(c) Copyright 2008 by Dunia Dalam Berita(DDB)
Donation are welcome.
Kadang DDB memberikan sedikit reward kepada nara sumber karena telah meluangkan waktunya untuk DDB.
Subcribe Koran kami, sehingga kami termotivasi.

Copyright© 2008 - 2011 by eRNews - eRepublik International News

Top Desktop version