eRepublikNews - eRepublik International News

Latest News

Hari ke 110 - EKSKLUSIF BERSAMA PRESIDEN IRAN

Eksklusif bersama Presiden Iran-Koroush mengenai pertarungan di Timur Tengah dan berita ringan lainnya dari Russia dan analisa dari Aurel. Catatan Redaksi
Perang telah semakin jelas terlihat di depan mata seluruh warga di kawasan Timur Tengah, setidaknya itu yang terlihat dari percaturan politik antar negara hingga saat ini. Untuk Edisi kali ini, DDB menitik beratkan pada Timur Tengah setelah melakukan investigasi secara mendalam dari berbagai sumber. Bulan Maret masih lama berakhir, tapi adu strategi telah mulai di persiapkan dari awal, apa yang akan terjadi? Kita lihat saja kelanjutannya dari intrik di Timur Tengah ini di akhir Maret nanti.
============
Redaksi


6 Negara Bisa Mendeklarasika Perang
DNU-Aureliano Triste kembali menganalisa keadaan negara-negara, dari analisa dia berdasarkan apa yang terlihat di menu halaman presiden, dengan minimum 100 gold untuk perang plus 1 gold setiap tentara, maka negara-negara seperti Venezuela, Prancis, Romania, UK, Pakistan dan Indonesia bisa mendeklarasikan perang tanpa membahayakan cadangan uangnya, sedangkan 3 negara lain seperti Brazil, Portugal dan Swedia nyaris bisa mendeklarasikan perang. Hanya menurut DDB, kelemahan dari analisa DNU adalah tidak di ketahuinya jumlah gold secara actual di tangan para pengusaha dan badan-badan lainnya.

Timur Tengah Makin Memanas


Islamabad - Dari timur tengah di laporkan semakin tingginya suhu ketegangan dari berbagai negara di situ, terutama Iran dan Pakistan. Kedua-duanya sedang beradu strategi untuk mempersiapkan di luncurkannya module perang nanti.
Pada tanggal 29 Februai 2008, sebuah NAP di perantarai oleh pengacara internasional Platonic telah di tanda tangani oleh Koroush, tapi ternyata Dio tidak mengacuhkannya, padahal menurut koroush dia telah ada pembicaraan sebelumnya. Media-media Pakistan sendiri semakin gencar dengan propaganda "membawa kedamaian di dunia" dengan perang tentunya. Ini sudah menjadi sinyal yang positif bahwa memang Pakistan telah siap menunjukkan dominasinya.
Iran seharusnya mencari sekutu baru untuk menghadapi ini, tapi setelah DDB mencoba mengkorek informasi dari Presiden Turki, beliau keberatan untuk menunjukkan posisinya di antara kedua negara tersebut, Battalgazi-presiden Turki hanya menjawab, "Haha, maaf teman, hampir semua pertanyaan anda adalah sangat penting dan jawabannya rahasia, saya tidak bisa menjawab", DDB sungguh kecewa dengan hal ini, karena pertanyaan DDB tidak terfokus ke timur tengah saja sebenarnya, dan jika di tanya bagaimana kesannya tentang Indonesia kemudian di jawab rahasia, berarti ada banyak agenda di balik benak presiden ini.
Dari Pakistan, perang propaganda terus berlanjut. Di kabarkan oleh harian TGE(ttp://www.erepublik.com/company-14351.html), Pakistan kembali telah mengembangkan senjata pertahanan dengan nama "Sand-Blaster", menggunakan udara padat untuk di tiupkan ke pasir dengan kecepatan yang sangat tinggi. Tapi intinya, publik dari Pakistan seperti bersenang-senang dengan banyaknya media asing yang terarah ke media mereka.
Setelah beberapa hari yang lalu Pakistan menggerakan tentaranya secara significant ke Quetta, dari Iran telah mengetahui adanya gerakan ini dan langsung di respond oleh Koroush. Hari ini, beliau mengeluarkan suatu perintah untuk menyimpan uang, uang itu akan di pakai untuk membeli senjata Q3 dan moving ticket. Menurut beliau dalam waktu dekat akan ada penimbunan di pasar dalam waktu dekat. Dan kedepan akan ada instruksi ketika ticket yang di perlukan telah cukup.
Perkiraan uang yang di perlukan untuk ini adalah 60IRR. Dengan demikian, Iran sudah di pastikan telah mulai menyetok banyak uang untuk keperluan perang nanti dan siap untuk reaksi cepat.
Memang, kondisi Iran cukup pelik, Iran telah terlihat secara terang-terangan bergerak ke perbatasan dimana di Quetta sudah terlihat rumah sakit Q2 telah tersedia, tapi mereka pun khawatir jika mereka bergerak ke Zahedan (kota perbatasan di Iran), Turki akan menyerang mereka dari belakang.
Dengan berbagai permasalahan ini, DDB akhirnya mencoba mencari informasi dari sang Presiden, Koroush.

D: Dear Mr. President, saya lagi nih dari DDB, saya tahu perjanjian perjanjian dengan Pakistan telah mengalami kegagalan, apakah rencana anda sekarang dan apa pendapat anda mengenai hal ini?

K: Kita telah memulai memobilisasi dan mempersiapkan semua rencana yang saya miliki jika memang ini terjadi (perang). Kita sekarang ada 50 karyawan yang bekerja keras untuk membuat tickets sehingga kita bisa bergerak lebih baik dan cepat. dan di saat yang sama kita mempunyai 40an karyawan yang sedang di training dari skill 1.00 senjata ke skill 2 dan skill 3 sehingga mereka bisa membuat senjata. Kita juga mengundang orang-orang dengan sangat cepat dan efektif banyak orang, dan perang tidak akan datang dalam waktu 3 minggu, dalam 3 minggu mereka akan mencapai skill 3.00 dan strength 3.50+. Ada beberapa hal lain yang telah di lakukan, tapi saya tidak dapat mengatakannya karena alasan keamanan.

D:Bagaimana dengan sikap Pakistan seperti itu?

K: Saya yakin apa yang di lakukan oleh Pakistan adalah apa yang di lakukan oleh para pengecut. Kedua-duanya telah menyetujuinya kepada saya dan Platonic bahwa mereka akan menandatanganinya, tapi sepertinya mereka takut terhadap kita dan satu-satunya jalan untuk untuk menyerang kita adalah dengan menipu kita. Tapi dalam 2 sampai 3 hari, kita akan memiliki lebih dari 100 tentara di perbatasan Zahedan (dengan pakistan red.)

D: Bagaimana dengan Turki? Apakah anda tidak takut mereka menikam dari belakang?

K: Tentu saja. Kita melakukan observasi untuk Turki juga. Lagi pula, itu mungkin saja trick bahwa Pakistan menyerang India, dan Turki menginvasi kita ketika semua tentara kita dekat ke Pakistan. Saya memiliki ini semua dalam benak saya ketika saya membuat rencana strategi (perang).

D: Kira-kira turki beraliansi dengan siapa ya?

K: Turki sampai saat sekarang tidak menginginkan segala bentuk aliansi, dan selalu curiga terhadap apa pun itu aliansi yang mungkin di bentuk oleh Iran. Anda boleh panggil saya paranoid, tapi saya yakin Turki merencanakan sesuatu.

D: Ya, saya setuju dengan anda. Dia sangat tertutup terhadap pers, berdasarkan penjelasan dari anda, anda percaya bahwa Pakistan akan menginvasi India terlebih dahulu daripada menyerang ke negara anda dulu. Ketika tentara-tentara anda berada di perbatasan Pakistan, kemudian misalkan Turki menyerang anda, apa yang akan anda lakukan? Wah, anda mempunyai situasi yang memang pelik!

K: Saya tidak yakin 100% apa yang akan mereka kerjakan, tapi saya mempunyai spekulasi dan rencana saya sendiri. Rencana yang saya lakukan sekarang adalah untuk mempersiapkan perbatasan Turki dan Pakistan. Kita akan fokus di perbatasan Pakistan, tapi juga kita akan mempersiapkan tentara di perbatasan Turki juga. Kita memiliki rakyat sekitar 500, jika kita paling tidak mempersiapkan 300 tentara di perbatasan Pakistan dan 200 tentara di perbatasan turki maka kita akan baik-baik saja. Kemudian badan intelijen kita juga secara terus menerus memonitor setiap gerakan dari musuh. Yah kita lihat nanti apa yang akan terjadi.

D: Ya, saya berharap anda berhasil, dan saya juga berharap anda bisa menyelesaikan masalah dalam negeri anda sendiri juga. Juga dengan mata-mata Norwegia, dan lain-lain. Apakah informasi yang anda berikan sekarang perlu di sensor bila suatu saat DDB mentranslate ke english? Saya tidak ingin membahayakan anda

K: Yah, masalah dalam negeri, mata-mata Norwegia, Pakistan, Turki, Iran memang dalam kondisi yang sangat ramai!. Yup, anda tidak perlu mensensor apa pun, silahkan di publish sesuai keinginan anda.

Demikian percakapan DDB dan Presiden Iran Koroush. Bisa terlihat sebenarnya Turki tidak ada hubungan dengan Iran, dan ada kemungkinan Pakistan main mata dengan Turki. Atau bisa jadi Turki hanya memanfaatkan situasi dengan tanpa koordinasi dengan Pakistan, pada saat Iran dan Pakistan sedang berhadapan, Turki datang dari belakang.
Memang pelik situasi yang di hadapi Iran!

Kisruh Politik di Russia
Moscow, Dari negeri beruang merah di laporkan terjadi pertarungan politik dalam negeri yang cukup seru antara Pemerintah melawan oposannya dari Partai Komunis CPSE. Pada tanggal 7 Maret Pemerintah melakukan suatu kebijakan dengan tujuan untuk mengusir CPSE dari negara tersebut, yaitu menurunkan upah dari karyawan menjadi hanya sekitar 0.5 Rubel saja. CPSE kemudian melakukan aksi turun ke jalan dan meminta para pekerja mengikuti mereka. Mereka menuntut di kembalikannya upah ke upah semula yaitu sekitar 5-6 Rub sehari, sentralisasi perusahaan, dan reformasi dalam bidang komite ekonomi supaya
hal ini tidak terjadi lagi. Menurut Patton, pengamat politik dari Irlandia, sebenernya di Russia sendiri perekonomiannya sudah mati sama sekali.
========================================
Copyright©2008 by Dunia Dalam Berita
Subscribe supaya kami termotivasi
DDB sebagai seorang nasionalist sejati memilih PRM, bagaimana dengan anda?
========================================
Newbie Guide:
TRAIN Terus Military Anda!
YM Bersama
Tutorial Newbie - nugelobudug
Rule untuk Media - habisi_aku

Copyright© 2008 - 2011 by eRNews - eRepublik International News

Top Desktop version